Berniat Menjadi JUTAWAN

September 9th, 2009

Dengan total penduduk yang mencapai angka lebih dari 220 juta jiwa, Indonesia dianggap pasar potensial dalam mengembangkan bisnis di sektor telekomunikasi. Penetrasi yang masih kurang dari angka 50 % memicu pertumbuhan jumlah operator selular yang mengincar lahan yang masih subur ini.

Di sisi lain, dominasi pelanggan prabayar di semua operator selular yang ada, jadi lahan bisnis tersendiri bagi sebagian orang yang mengais rezeki di sektor ini, misalnya dengan berjualan voucher atau kartu perdana.

Jika diperhatikan, pertumbuhan jumlah pedagang voucher isi ulang pulsa makin hari makin tumbuh ibarat jamur di musim hujan. Hal ini bisa dilihat dari keberadaan gerai-gerai penjual voucher yang kini sudah tidak hanya didapati di pinggir-pinggir jalan raya, tapi sudah meluas ke pojok-pojok jalan di perumahan.

Bahkan dengan bermodal sepeda atau etalase kecil, bisnis voucher tetap bisa dilakukan. Mengingat, fisik voucher itu sendiri tidak akan memakan banyak tempat. Apalagi kini sudah didukung dengan bentuk voucher elektronik yang lebih simpel.

Banyak jalan untuk memulai jadi penjual voucher, bahkan dengan modal kurang dari Rp.1 juta, sudah bisa melayani pengguna dari beberapa operator. Cukup menjadi reseller pulsa elektronik multi operator.

Bermodal satu buah ponsel dan mendaftar ke dealer pulsa elektronik, transaksi sudah bisa dilakukan. Beberapa cara yang ditawarkan oleh para dealer memang beragam. Ada yang mengharuskan menyetor sejumlah uang sebagai jaminan atau deposit, tapi ada juga yang cukup menyetor sejumlah uang sebagai saldo untuk modal transaksi.

Sebagai panduannya, akan diberikan daftar harga masing-masing nominal voucher yang ditransaksikan. Dari situ bisa menentukan berapa harga jual yang pantas agar mendapatkan keuntungan.

Keuntungan lain dari berdagang voucher elektronik multi operator selain modalnya tidak begitu besar dan tidak perlu tempat yang permanen. Bahkan, jika termasuk karyawan di salah satu perusahaan yang memiliki banyak pekerja, cara ini bisa jadi bisnis sampingan yang lumayan.

Tapi, memilih dealer pulsa elektronik multi operator tidak bisa dibilang mudah. Pasalnya, kenyamanan pelanggan tetap jadi prioritas. Selain harga yang murah, kecepatan pengiriman pulsa harus diperhatikan.
Sedikit tips bagi yang ingin menjadi reseller pulsa elektronik multi operator, pilihlah yang sudah memiliki short code jadi bukan nomor ponsel biasa. Short code ini terdiri dari empat angka nomor tujuan SMS perintah pengiriman pulsa.

Ini menandakan dealer atau agen tersebut sudah cukup bonafid. Pasalnya, untuk mendapatkan nomor short code pun tidak mudah. Harus ada kerja sama dengan pihak operator.

Namun demikian, untuk bisa melayani transaksi semua operator sulit dilakukan lewat satu short code saja. Jadi selain ke short code, ada nomor alternatif ke nomor biasa. Ini masih bisa dimaklumi karena untuk mendapatkan nomor yang sama di semua operator sangat sulit terutama untuk mendukung transaksi pulsa elektronik.

Satu hal penting lainnya, tanyakan juga apakah produknya juga didukung dengan sistem laporan berhasil atau tidaknya pulsa yang dikirim.

Operator seperti Telkomsel, Indosat dan XL menyediakan layanan penjualan pulsa elektronik. Telkomsel misalnya dikenal dengan layanan M-Kios, Indosat dengan M-Tronik dan XL dengan Dompet Pulsa.

Bertransaksi dengan layanan ini lebih cepat dan jarang sekali terjadi masalah di sistemnya. Lebih terjamin tetapi tentu harus menyediakan ponsel paling tidak dua buah untuk menjalankan tiga layanan tersebut. Jika tidak, harus repot menggonta-ganti kartu ketika melayani pelanggan dari operator yang berbeda.

Selain itu, masing-masing punya cara tersendiri baik cara mendapatkan saldo maupun cara bertransaksinya.

Sistem penjualan M-Kios tidak berupa saldo atau setoran uang melainkan dengan sistem stok. Jadi seperti membeli voucher fisik. Jadi bisa menentukan berapa jumlah masing-masing nominal voucher yang akan dibelanjakan. Misalnya, voucher Rp. 20 ribu sebanyak 10 buah kemudian voucher Rp. 10 ribu sebanyak 25 buah dan lain sebagainya.

Harga per satuan yang ditentukan oleh dealer tentu berbeda-beda. Disini harus pintar-pintar memilih dealer yang memberikan harga bagus. Biasanya, untuk mendapatkan harga yang lebih murah, ditawarkan membeli dengan sistem paket.

Sistem paket ini mengharuskan membeli dalam jumlah tertentu. Sebagai contoh paket 1:5 (1 berbanding 5). 1 mewakili jumlah voucher yang paling laku keras. Disini kita ambil contoh voucher Simpati Rp. 10 ribu. Sedangkan 5 adalah jumlah voucher nominal lainnya atau voucher produk Telkomsel lainnya (kartu As).

Meski begitu tidak semua dealer menerapkan sistem paket. Jadi bebas menentukan berapa buah masing-masing nominal voucher yang akan dibeli. Sistem ini dikenal dengan istilah ‘lepasan’. Soal harga, tentu jauh lebih mahal. Selisihnya bisa mencapai Rp300-500 per buahnya.

M-Kios hanya bisa digunakan untuk mengisi pulsa produk-produk Telkomsel seperti Simpati dan kartu AS.

Pendaftaran M-Kios bisa dilakukan di gerai-gerai dealer resmi Telkomsel yang cukup banyak tersedia di pinggir-pinggir jalan atau di pusat-pusat perdagangan ponsel terkemuka.

Berbeda dengan sistem M-Kios, M-Tronik menggunakan sistem saldo. Saldo tersebut bisa ditransaksikan di semua nominal voucher. Mulai dari voucher Rp5 ribu hingga yang paling besar jumlahnya.

Pemotongan saldo ini sama halnya dengan penggunaan pulsa. Misalnya saat ini memiliki saldo 500 ribu, bisa habis sekaligus jika ada lima pembeli masing-masing voucher seratus ribu. Atau bisa lebih lama habisnya ketika banyak menjual voucher nominal kecil.

Soal harga masing-masing dealer M-Tronik mematok harga yang berbeda-beda. Kebanyakan mereka bersaing dengan diskon. Tetapi ada juga yang sudah menetapkan harga tertentu.

Sistem diskon dan harga yang diberikan tidak bisa dijamin akan terus bertahan. Harga atau diskon tersebut tetap mengikuti mekanisme pasar alias berubah-ubah.

Cara bertransaksi M-Tronik pun masing-masing dealer berbeda-beda. Ada yang dilakukan melalui perintah SMS dengan pesan khusus. Ada juga yang sudah dikemas didalam sebuah aplikasi SIM toolkit.

M-Tronik hanya bisa melayani penjualan produk-produk Indosat. Diantaranya, IM3, Mentari dan StarOne.

Dompet Pulsa lebih mirip dengan M-Tronik. Sama-sama menerapkan sistem saldo. Harga pasar biasanya ditentukan lewat diskon. Jadi semakin besar diskonnya semakin besar keuntungan yang didapat. Diskon ini pun tetap mengikuti mekanisme pasar.

Sistem pengiriman pulsanya mayoritas dikemas dalam aplikasi SIM toolkit. Disitu tinggal memilih nominal, jenis produk (bebas, jempol, atau jimat), kemudian paket yang diinginkan (SMS, Xtra atau regular). Sistem ini memudahkan pengguna dalam bertransaksi.

Voucher fisik relatif lebih aman dan lebih cepat. Jarang sekali mengalami kerusakan sistem. Soal harga, rata-rata memang lebih mahal dari harga voucher elektronik, walau kadang lebih murah.

Idealnya, penjual pulsa tetap harus menyediakan voucher fisik. Paling tidak untuk jaga-jaga jika terjadi kerusakan sistem pulsa elektronik. Tentu saja akan membutuhkan modal lebih besar.

Nah keuntungan fisik, tidak tergantung pada dealer atau agen penyedia voucher. Ketika harga di tempat lain ada yang lebih murah, dengan mudah bisa beralih. Bukan pemandangan yang aneh ketika agen penjual voucher fisik tiba-tiba ramai atau sepi ditinggal reseller hanya karena harganya selisih sedikit dengan agen lain.

Tips Berbisnis Voucher Isi Ulang Pulsa :
1. Jika bertransaksi pulsa elektronik, perhatikan betul nomor tujuan yang akan dikirim. Sebab kesalahan pengiriman pulsa ke nomor lain tidak bisa ditarik kembali, artinya akan mengalami kerugian. Untuk itu, biarkan calon pembeli menulis di secarik kertas sebagai bukti otentik nomor tersebut sudah disetujui. Jangan biarkan hanya menyebutkan nomor tujuan dengan lisan saja.

2. Ketika ada masalah pada transaksi pulsa elektronik, misalnya terjadi keterlambatan, jangan langsung memulangkan uang yang sudah dibayarkan. Konfirmasi dulu ke pihak operator melalui layanan bebas pulsa apakah pengiriman yang dilakukan sudah berhasil dilakukan.

3. Seringkali terjadi keterlambatan laporan. Jadi sebaiknya ketika pulsa sudah dikirim dan dalam waktu lebih dari satu menit tidak juga muncul laporannya, sarankan kepada si pembeli untuk memeriksa pulsa yang ada di ponselnya.

4. Perhatikan masa aktif kartu yang digunakan untuk transaksi. Jangan sampai hangus atau habis masa berlakunya.

JUTAWAN ternyata mulai dari POLA PIKIRnya

September 5th, 2009

Selamat pagi Saudaraku,

robin hoodSaudaraku, pernah mendengar nama Robin Hood? Tokoh ini sangat digemari oleh banyak Orang karena kisah heroiknya yang merampok uang dari orang-orang kaya dan kemudian membagi-bagikan hasilnya secara merata bagi semua orang miskin.

Apabila kita melihat dari sisi radikal, tingginya popularitas dari Robin Hood ini memperlihatkan bahwa banyak orang yang merasa bahwa dunia ini tidak adil karena orang-orang yang kaya bisa memiliki uang begitu banyaknya. Memang fakta menunjukkan
bahwa sebagian besar uang yang beredar ini dikuasai oleh hanya
sebagian kecil dari masyarakat.

Sekarang pertanyaannya adalah, bagaimana kondisi dunia apabila Robin Hood berhasil mengumpulkan semua uang yang ada dan membagikannya secara merata ke semua orang? Sekilas dunia tampak lebih indah. Tidak ada lagi orang kaya, dan tidak ada lagi orang miskin. Semua orang hidup dengan kemakmuran yang sama.

Marshall Sylver, di dalam bukunya yang berjudul Passion Profit Power, menjelaskan lebih detil mengenai pertanyaan diatas. Apa jadinya dunia ini apabila uang yang ada dibagikan secara merata ke semua orang? Dan ternyata jawabannya cukup menyedihkan.

Dalam waktu 5 tahun, komposisi uang akan kembali seperti semula. Orang-orang yang dulunya kaya akan kembali menguasai sebagian besar uang yang ada.

Mengapa hal ini bisa terjadi? Jawabannya ada pada pola pikir orang mengenai uang yang dimilikinya. Kebanyakan orang, yang pada akhirnya akan kembali miskin, akan berpikir “Enaknya uang ini digunakan untuk membeli apa ya?”. Kemudian uangnya dihabiskan untuk membeli barang-barang, berlibur ataupun bersenang-senang.

Singkat kata, konsumtif. Setelah seluruh uang dibelanjakan, mereka kembali menjadi miskin.

Hal yang berbeda terjadi pada orang kaya. Orang kaya akan berpikir bagaimana caranya untuk memanfaatkan uangnya agar dapat mendatangkan uang lebih banyak lagi. Mereka akan menggunakan uangnya untuk membuka usaha, ataupun berinvestasi. Akhirnya mereka akan mengumpulkan uang jauh lebih banyak dari orang biasa.

Kebanyakan orang tidak bisa menerima kenyataan ini. Orang-orang yang miskin lebih cenderung untuk menyalahkan lingkungan, orang lain ataupun nasib. Ini adalah tindakan yang tidak tepat. Tindakan menyalahkan tidak akan merubah orang miskin menjadi kaya.

Akan jauh lebih baik bila kita semua bersedia mengevaluasi keadaan secara objektif. Kita bisa mengamati orang-orang kaya di sekitar kita, kita bisa pelajari pola pikirnya yang positif, dan kita bisa menerapkannya dalam kehidupan kita. Kekayaan akan datang dengan sendirinya.

Dengan alasan inilah Web ini ada. Saya ingin mengajak Saudaraku untuk merubah pola pikir mengenai keuangan. Mari kita bersama-sama mengembangkan diri kita dengan cara mempelajari pola pikir orang kaya, dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari kita.

Terimakasih Saudara David Ciang
Atas Nasehat Bijak.

BELAJAR nge-BLOG

August 29th, 2009

episode 1988-2008

4129740525-2010-internet-desa-tak-lagi-barang-langkaMemang sudah ketinggalan “kereta”, ketika orang sudah sampai kebulan bahkan bolak-balik saya baru kenal komputer. Meski tangan ini masih gemetaran menjalankan mouse, kucoba ‘tuk mulai mengenal. Dari menghafal rumus dan main control <ctr> sampai akhirnya senang main komputer tanpa mikir rumus untuk menjalankannya. Luar biasa itu mesin, pintar amat. Tapi tentu saya harus berterimakasih kepada yang punya ide pertama menemukan komputer ini. Yang telah bisa menggembiran saya berlama -lama menatap layar monitor.

episode 2008 – 2009

main komputer mulai lancar. Terus belajar ngeblog yang hasilnya jelek dan tidak menarik dan pasti akhirnya saya hapus. Bikin lagi, hapus lagi. Gak ngerti kenapa blog ini jelek melulu. Ada yang dibikin lalu tinggalkan sehingga lupa dan gak ingat alamatnya. Bosan. Itulah hasilnya main internet, iseng buka web atau baca email yang sedikit manfaatnya lalu iseng ngeblog untuk kemudian ditinggalkan atau terlupakan.

Tuhan kasihan kepada saya, diberilah jalan main komputer yang bermanfaat untuk usaha. Berdirilah usaha perusahaan distributor pulsa elektrik “OTRONIK 727″ dengan counter pulsa “PORTAL SHOP” sebagai outlet pertamanya. Inilah awalnya saya semakin suka main komputer. Karena selain menggunakan seperangkat komputer melibatkan jaringan internet. Jadi sambil duduk memantau server yang telah diinstall software matrixpulsa saya bisa ngeblog.

“Grothal-Grathul”menyusuri alam maya menuntut ilmu bagaimana sekedar bikin blog, Lahir juga akhirnya blogku. Luar biasa memang informasi yang disajikan oleh internet. Sampai sering membuat saya tersasar ke alam yang gak jelas manfaatnya. Tapi itulah perjalanan yang mungkin akan memberikan pengalaman baik buat kehidupanku. Semoga.

JUTAWAN kok susah..?

August 27th, 2009

Suatu ketika Oemar Bakri pulang kantor sehabis menerima gaji bulanan, berbinar mata dan riang hatinya menyusuri jalan menuju gang dirumah kontrakkanya. Dalam hati kecilnya berkata, tercapai juga aku menjadi orang kantoran, berpakaian rapi, sepatu megkilap, berdasi dengan irama rutinitas kerja yang jelas. Ketika melongok slip gaji dia merasa seperti berpijak di awan karena gembiranya. “Jutawan” ya  Oemar Bakri adalah jutawan. Gaji yang diterima kini mencapai 2,5 juta per bulan, ya kini telah menjadi jutawan. Ini adalah gaji yang sama yang diterima oleh pegawai negeri sipil (PNS) di Indonesia setelah bekerja 20 tahun dengan golongan IV/a dengan pangkat pembina.
bu guruTapi betapa terkejutnya Oemar Bakri karena 3 hari setelah gajian istrinya meminta uang belanja dan ongkos sekolah anaknya. Mulanya ia mau marah tetapi setelah dijelaskan oleh istrinya dia jadi bengong penuh keheranan.
1. Kontrak rumah Rp. 400.000,-
2. Belanja bulanan Rp. 800.000,-
3. Bayar listrik Rp. 200.000,-
4. Bayar SPP dan sekolah anaknya 3 orang Rp. 450.000,-
5. Pegangan Oemar Bakri untuk ongkos kekantor satu bulan Rp. 500.000,-
6. Belanja sayur harian dan ongkos sekolah anak 3 hari Rp. 150.000,-
Total pengeluaran 3 hari sehabis gajian 2.500.000,-

Oemar Bakri yang telah menjadi jutawan bingung keheranan, esok pagi dan pagi-pagi berikutnya bagaimana. Iapun bertanya dalam hati” bagaimana guru-guru pns bisa hidup layak?” apalagi orang yang penghasilanya tidak jelas?
Tapi apalah artinya keluhan. Yang pasti adalah “masih ada harapan dipagi menjelang”.

Selamat Anda Nyasar,…

August 25th, 2009

Selamatlah Anda telah tersasar di dunia mayaku ini.

Tiada mengapa mumpung terlanjur nyasar, sekalian kenalan saja dengan daku yang gaptek teknologi ini.  Syukur-syukur mau bantu saya dengan saran agar orang gaptek didunia ini berkurang satu.

guruKutulis web ini untuk sekedar nanya dan cerita kegundahan hati terhadap bangsa ini. Yang hari demi hari makin terpuruk dan tersudutkan dalam pojok kekelaman. Moral, Etika, sopan santun, kemiskinan, pengangguran, dan banyak keresahan yang mengharu-biru dalam nurani.
Bila sempat bantu kami kurangi beban dihati meski hanya sekedar mendengar cerita kami. Bila Anda berkenan, beri kami  cahaya harapan yang memberikan pencerahan lahir bathin agar bisa membantu hidup bangsa ini untuk lebih bermartabat,berkelimpahan harta dan semakin sehat.

Tiada mengapa, sayapun mulai suka nyasar, dan kehilangan arah. Biarlah Anda tahu sampai mana saya “nyasar” dan tiada terasa kaki inipun melangkah diarah yang berbeda.

(Ini adalah cerita di senjakala)

Perjalanan Anak Manusia yang bernama Ojrat Mugiyono bin Pardjan. Yang saat ini kehilangan orientasi pada pekerjaan mulia yang digelutinya selama 20 tahunan, dan mengembangkan profesi sebagai pedagang “enterpreuner” pulsa. Entah kegilaan apa yang mengharubiru dalam benaknya sehingga kebiasaan “perlente” ditinggalkannya. Berubah. Sepatu bersemir licin-mengkilap-hitam, kemeja necis sudah ditinggalkanya. Kini lebih santai dengan sendal, topi, kemeja lengan pendek ataupun kaos oblong. Mungkin ini yang disebut “New Style” buatnya. Tapi entah kenapa terasa lebih fun, tidak terpenjara dengan seragam “baja” baju safari maupun PDH (pakaian dinas harian) yang serasa mencengkeram jiwa. Namun sungguh diluar dugaan obsesi yang membahana di jiwanya, “AKU HANYA INGIN MENJADI GURU KARENA DEDIKASI, BUKAN BEKERJA DEMI SESUAP NASI”. inilah yang menginspirasi dirinya sehingga kala senja datang menjelang waktu dan pikiranya tercurah pada bagaimana menjadi enterpreuner sukses yang memiliki penghasilan melebihi semua kebutuhan sehingga banyak waktu untuk mengabdi melalui mengajar dan mendidik umat tanpa terbebani dengan pertanyaan esok atau lusa mau makan apa. Ya pasti bisa pertanyaan itu berubah menjadi besok mau makan dimana? Dan ketika kesempatan itu tiba, kala kebutuhan hidup sudah tidak lagi menjadi tanda tanya maka mengajar dan mendidik akan menjadi sebuah kesenangan. Kemudian kesenangan itu akan membias kepada anak didiknya sehingga kelak harapan pendidikan akan menjadi nyata.

Insya Allah.