Dengan total penduduk yang mencapai angka lebih dari 220 juta jiwa, Indonesia dianggap pasar potensial dalam mengembangkan bisnis di sektor telekomunikasi. Penetrasi yang masih kurang dari angka 50 % memicu pertumbuhan jumlah operator selular yang mengincar lahan yang masih subur ini.
Di sisi lain, dominasi pelanggan prabayar di semua operator selular yang ada, jadi lahan bisnis tersendiri bagi sebagian orang yang mengais rezeki di sektor ini, misalnya dengan berjualan voucher atau kartu perdana.
Jika diperhatikan, pertumbuhan jumlah pedagang voucher isi ulang pulsa makin hari makin tumbuh ibarat jamur di musim hujan. Hal ini bisa dilihat dari keberadaan gerai-gerai penjual voucher yang kini sudah tidak hanya didapati di pinggir-pinggir jalan raya, tapi sudah meluas ke pojok-pojok jalan di perumahan.
Bahkan dengan bermodal sepeda atau etalase kecil, bisnis voucher tetap bisa dilakukan. Mengingat, fisik voucher itu sendiri tidak akan memakan banyak tempat. Apalagi kini sudah didukung dengan bentuk voucher elektronik yang lebih simpel.
Banyak jalan untuk memulai jadi penjual voucher, bahkan dengan modal kurang dari Rp.1 juta, sudah bisa melayani pengguna dari beberapa operator. Cukup menjadi reseller pulsa elektronik multi operator.
Bermodal satu buah ponsel dan mendaftar ke dealer pulsa elektronik, transaksi sudah bisa dilakukan. Beberapa cara yang ditawarkan oleh para dealer memang beragam. Ada yang mengharuskan menyetor sejumlah uang sebagai jaminan atau deposit, tapi ada juga yang cukup menyetor sejumlah uang sebagai saldo untuk modal transaksi.
Sebagai panduannya, akan diberikan daftar harga masing-masing nominal voucher yang ditransaksikan. Dari situ bisa menentukan berapa harga jual yang pantas agar mendapatkan keuntungan.
Keuntungan lain dari berdagang voucher elektronik multi operator selain modalnya tidak begitu besar dan tidak perlu tempat yang permanen. Bahkan, jika termasuk karyawan di salah satu perusahaan yang memiliki banyak pekerja, cara ini bisa jadi bisnis sampingan yang lumayan.
Tapi, memilih dealer pulsa elektronik multi operator tidak bisa dibilang mudah. Pasalnya, kenyamanan pelanggan tetap jadi prioritas. Selain harga yang murah, kecepatan pengiriman pulsa harus diperhatikan.
Sedikit tips bagi yang ingin menjadi reseller pulsa elektronik multi operator, pilihlah yang sudah memiliki short code jadi bukan nomor ponsel biasa. Short code ini terdiri dari empat angka nomor tujuan SMS perintah pengiriman pulsa.
Ini menandakan dealer atau agen tersebut sudah cukup bonafid. Pasalnya, untuk mendapatkan nomor short code pun tidak mudah. Harus ada kerja sama dengan pihak operator.
Namun demikian, untuk bisa melayani transaksi semua operator sulit dilakukan lewat satu short code saja. Jadi selain ke short code, ada nomor alternatif ke nomor biasa. Ini masih bisa dimaklumi karena untuk mendapatkan nomor yang sama di semua operator sangat sulit terutama untuk mendukung transaksi pulsa elektronik.
Satu hal penting lainnya, tanyakan juga apakah produknya juga didukung dengan sistem laporan berhasil atau tidaknya pulsa yang dikirim.
Operator seperti Telkomsel, Indosat dan XL menyediakan layanan penjualan pulsa elektronik. Telkomsel misalnya dikenal dengan layanan M-Kios, Indosat dengan M-Tronik dan XL dengan Dompet Pulsa.
Bertransaksi dengan layanan ini lebih cepat dan jarang sekali terjadi masalah di sistemnya. Lebih terjamin tetapi tentu harus menyediakan ponsel paling tidak dua buah untuk menjalankan tiga layanan tersebut. Jika tidak, harus repot menggonta-ganti kartu ketika melayani pelanggan dari operator yang berbeda.
Selain itu, masing-masing punya cara tersendiri baik cara mendapatkan saldo maupun cara bertransaksinya.
Sistem penjualan M-Kios tidak berupa saldo atau setoran uang melainkan dengan sistem stok. Jadi seperti membeli voucher fisik. Jadi bisa menentukan berapa jumlah masing-masing nominal voucher yang akan dibelanjakan. Misalnya, voucher Rp. 20 ribu sebanyak 10 buah kemudian voucher Rp. 10 ribu sebanyak 25 buah dan lain sebagainya.
Harga per satuan yang ditentukan oleh dealer tentu berbeda-beda. Disini harus pintar-pintar memilih dealer yang memberikan harga bagus. Biasanya, untuk mendapatkan harga yang lebih murah, ditawarkan membeli dengan sistem paket.
Sistem paket ini mengharuskan membeli dalam jumlah tertentu. Sebagai contoh paket 1:5 (1 berbanding 5). 1 mewakili jumlah voucher yang paling laku keras. Disini kita ambil contoh voucher Simpati Rp. 10 ribu. Sedangkan 5 adalah jumlah voucher nominal lainnya atau voucher produk Telkomsel lainnya (kartu As).
Meski begitu tidak semua dealer menerapkan sistem paket. Jadi bebas menentukan berapa buah masing-masing nominal voucher yang akan dibeli. Sistem ini dikenal dengan istilah ‘lepasan’. Soal harga, tentu jauh lebih mahal. Selisihnya bisa mencapai Rp300-500 per buahnya.
M-Kios hanya bisa digunakan untuk mengisi pulsa produk-produk Telkomsel seperti Simpati dan kartu AS.
Pendaftaran M-Kios bisa dilakukan di gerai-gerai dealer resmi Telkomsel yang cukup banyak tersedia di pinggir-pinggir jalan atau di pusat-pusat perdagangan ponsel terkemuka.
Berbeda dengan sistem M-Kios, M-Tronik menggunakan sistem saldo. Saldo tersebut bisa ditransaksikan di semua nominal voucher. Mulai dari voucher Rp5 ribu hingga yang paling besar jumlahnya.
Pemotongan saldo ini sama halnya dengan penggunaan pulsa. Misalnya saat ini memiliki saldo 500 ribu, bisa habis sekaligus jika ada lima pembeli masing-masing voucher seratus ribu. Atau bisa lebih lama habisnya ketika banyak menjual voucher nominal kecil.
Soal harga masing-masing dealer M-Tronik mematok harga yang berbeda-beda. Kebanyakan mereka bersaing dengan diskon. Tetapi ada juga yang sudah menetapkan harga tertentu.
Sistem diskon dan harga yang diberikan tidak bisa dijamin akan terus bertahan. Harga atau diskon tersebut tetap mengikuti mekanisme pasar alias berubah-ubah.
Cara bertransaksi M-Tronik pun masing-masing dealer berbeda-beda. Ada yang dilakukan melalui perintah SMS dengan pesan khusus. Ada juga yang sudah dikemas didalam sebuah aplikasi SIM toolkit.
M-Tronik hanya bisa melayani penjualan produk-produk Indosat. Diantaranya, IM3, Mentari dan StarOne.
Dompet Pulsa lebih mirip dengan M-Tronik. Sama-sama menerapkan sistem saldo. Harga pasar biasanya ditentukan lewat diskon. Jadi semakin besar diskonnya semakin besar keuntungan yang didapat. Diskon ini pun tetap mengikuti mekanisme pasar.
Sistem pengiriman pulsanya mayoritas dikemas dalam aplikasi SIM toolkit. Disitu tinggal memilih nominal, jenis produk (bebas, jempol, atau jimat), kemudian paket yang diinginkan (SMS, Xtra atau regular). Sistem ini memudahkan pengguna dalam bertransaksi.
Voucher fisik relatif lebih aman dan lebih cepat. Jarang sekali mengalami kerusakan sistem. Soal harga, rata-rata memang lebih mahal dari harga voucher elektronik, walau kadang lebih murah.
Idealnya, penjual pulsa tetap harus menyediakan voucher fisik. Paling tidak untuk jaga-jaga jika terjadi kerusakan sistem pulsa elektronik. Tentu saja akan membutuhkan modal lebih besar.
Nah keuntungan fisik, tidak tergantung pada dealer atau agen penyedia voucher. Ketika harga di tempat lain ada yang lebih murah, dengan mudah bisa beralih. Bukan pemandangan yang aneh ketika agen penjual voucher fisik tiba-tiba ramai atau sepi ditinggal reseller hanya karena harganya selisih sedikit dengan agen lain.
Tips Berbisnis Voucher Isi Ulang Pulsa :
1. Jika bertransaksi pulsa elektronik, perhatikan betul nomor tujuan yang akan dikirim. Sebab kesalahan pengiriman pulsa ke nomor lain tidak bisa ditarik kembali, artinya akan mengalami kerugian. Untuk itu, biarkan calon pembeli menulis di secarik kertas sebagai bukti otentik nomor tersebut sudah disetujui. Jangan biarkan hanya menyebutkan nomor tujuan dengan lisan saja.
2. Ketika ada masalah pada transaksi pulsa elektronik, misalnya terjadi keterlambatan, jangan langsung memulangkan uang yang sudah dibayarkan. Konfirmasi dulu ke pihak operator melalui layanan bebas pulsa apakah pengiriman yang dilakukan sudah berhasil dilakukan.
3. Seringkali terjadi keterlambatan laporan. Jadi sebaiknya ketika pulsa sudah dikirim dan dalam waktu lebih dari satu menit tidak juga muncul laporannya, sarankan kepada si pembeli untuk memeriksa pulsa yang ada di ponselnya.
4. Perhatikan masa aktif kartu yang digunakan untuk transaksi. Jangan sampai hangus atau habis masa berlakunya.
Saudaraku, pernah mendengar nama Robin Hood? Tokoh ini sangat digemari oleh banyak Orang karena kisah heroiknya yang merampok uang dari orang-orang kaya dan kemudian membagi-bagikan hasilnya secara merata bagi semua orang miskin.
Memang sudah ketinggalan “kereta”, ketika orang sudah sampai kebulan bahkan bolak-balik saya baru kenal komputer. Meski tangan ini masih gemetaran menjalankan mouse, kucoba ‘tuk mulai mengenal. Dari menghafal rumus dan main control <ctr> sampai akhirnya senang main komputer tanpa mikir rumus untuk menjalankannya. Luar biasa itu mesin, pintar amat. Tapi tentu saya harus berterimakasih kepada yang punya ide pertama menemukan komputer ini. Yang telah bisa menggembiran saya berlama -lama menatap layar monitor.
Tapi betapa terkejutnya Oemar Bakri karena 3 hari setelah gajian istrinya meminta uang belanja dan ongkos sekolah anaknya. Mulanya ia mau marah tetapi setelah dijelaskan oleh istrinya dia jadi bengong penuh keheranan.
Kutulis web ini untuk sekedar nanya dan cerita kegundahan hati terhadap bangsa ini. Yang hari demi hari makin terpuruk dan tersudutkan dalam pojok kekelaman. Moral, Etika, sopan santun, kemiskinan, pengangguran, dan banyak keresahan yang mengharu-biru dalam nurani.